Ah Ribet! Gak Kok, Kalau Mau Baca Dulu

18 Dec 2014

Pagi-pagi sudah ditanyain ini itu dan itu ini tentang transaksi di salah satu ecommerce yang kebetulan saya juga aktif di sana. Sedikit tahu duduk permasalahannya, dan cukup ngerti tentang aturan yang berlaku di ecommerce tersebut, Jadinya ya bisa saya tanggepi pertanyaan tersebut dengan cukup luwes.
membaca bacalah

Mari Membaca Dulu!

Mungkin tidak semuanya sih yang berlaku demikian, dan menurut saya hal-hal seperti ini juga sering terjadi. Bahkan sayapun juga mengalami sendiri, dimana saya harus membaca Syarat dan Aturan yang sudah terulis dengan rapi agar mudah untuk kita pahami. Namun seringnya kita lompati begitu saja dengan secara langsung meng-klik atau mencentang tulisan yang berbunyi,
Saya Mengerti, Yes I Agree, Saya Menyetujui Syarat dan Aturan yang berlaku, padahal sebenarnya kita belum membacanya. Atau juga kalimat-kalimat lain semacam Baca Syarat dan Ketentuan yang biasanya kita lewati dan kita temui pada saat mau menanda tangani kontrak kerja atau pada saat melakukan registrasi di Email, Facebook, Twitter, dan beberapa situs-situs yang mengharuskan kita untuk menyetujui terlebih dahulu sebelum kita melanjutkan untuk menggunakan situs terkait di internet.
Memang sebenarnya tulisannya cukup panjang dan sangat melelahkan jika dibaca, tapi jika kita ingin mengetahui panduan dan tata caranya alangkah lebih baik jika membaca aturannya terlebih dahulu?
Bagi umat Muslim tentu tahu tentang sejarah Nabi Muhammad yang mendapatkan wahyu untuk pertama kalinya, yang mana pada saat itu Malaikat Jibril menuntun Nabi Muhammad untuk berkata iqra\’ (Bacalah). Ya, ternyata sudah dari dulu kita itu diharuskan banyak-banyak membaca untuk memperluas pengetahuan kita. Semuanya gak akan ribet dan bisa kita pahami ketika kita mengetahuinya.
membaca itu bagus
Ini beda kasus, ada juga yang pernah bertanya pada saya seperti ini, Eh cara jualan di Bukalapak bagaimana sih? Itu barangnya yang jual Bukalapak bukan? Kok harganya beda-beda? *hela nafas dulu*
Padahal sebenarnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah tertulis rapi di setiap halaman Bukalapak.com. Jadi apa masalahnya? Kita malas membaca atau saya yang malas menjawab? Hahaha.
Tapi berhubung saya tahu ya saya tetap jawab dengan lengkap dan detail sesuai dengan pertanyaannya. Namun toh pada akhirnya saya juga tetap mengarahkannya untuk membaca lebih detail ke TOS (Term Of service) nya.
Ada juga yang bertanya seperti ini. Eh jualan di sana kok ribet banget sih mengapa kita dilarang untuk COD (Cash On Delivery)-an atau istilahnya bayar langsung ditempat. Bukannya lebih mudah kalau transaksi COD-an? Ya, itu sih terserah pilihan masing-masing mau COD-an atau mau lewat kurir. Yang jelas semua itu punya maksud dan tujuan serta peraturannya juga sudah dijelaskan kok, alasannya mengapa. Kalau saya sendiri ditanya begitu ya saya akan jawab tergantung produk yang mau saya beli apa. Misal hanya sekedar baju dan bisa dikrim-kirim kenapa gak lewat kurir aja, itung-itung bagi-bagi rejeki buat tukang kurirnya biar bisa tetap terus bekerja Hihihi. Tapi kalau barangnya berat-berat seperti motor, mobil, pesawat, jetski, maupun kapal pesiar ya mau gak mau saya milih COD-an. ^^
aae0dfe2f05044af5fba150954ee426b_300x300
Pernahkah kamu melihat tulisan diatas? Ya, tulisan itu sering muncul di beberapa iklan yang pernah ditayangkan melalui televisi. Seringnya yang berhubungan dengan iklan obat. Kita disuruh baca aturannya dulu biar nanti kalau pas minum obat yang harusnya diminum sehari 3 kali malah menjadi 10 kali. Itu jelas sudah menyalahi aturan penggunaan, bukan? Lagian mana ada yang mau minum obat sampai 10 kali dengan jenis obat yang sama. Kecuali lagi gak “sadar” :D
Ya begitulah, semoga ilmu membaca kita terus selalu diasah sehingga pengetahuan kita jadi bertambah. Salam :)


TAGS Manfaat membaca


-

Follow Me

Kolom Komunitas