Friendster yang Move on ke Social Game

21 Dec 2014

Jam 3 dini hari pagi ini saya mendadak terbangun. Ada angin apa entahlah, yang jelas gak seperti biasanya ini saya lakukan ketika weekend datang. Matahari aja masih enggan buat bangun, saya berfikiran untuk kembali merem. Dan akhirnya gagal! Sampai tulisan ini di bikin.

Karena udah gagal kembali tidur, iseng searching-searching berita biar gak kudet. Ternyata belum nemu berita terbaru yang cukup menggemparkan. Coba aja misal ada berita Mak Erot memberikan promo akhir tahun untuk segala jenis ukuran, atau getrich bakalan bangkrut. Misalnya. Jika benar, itu berita bakalan habis kena tayang karena server media online bakalan keterbatasan bandwith.

*sekip-sekip, scroll-scroll*

Tak tahu pikiran ini di selimuti oleh apa, tiba-tiba kepengen mengetikkan kata “friendster” di Google, dan akhirnya nemuin ini,

Mendadak hebring. Dan malah mata kondisi yang sebelumnya sayup-sayup patah, menjadi histeria seperti melihat banyak cewek yang bernafsu mendatangi saya karena ingin minta digendong. Kaget! Ahh enggak biasa aja. :)))

Seketika saya kunjungin tuh situs yang melegenda abis, dulunya. Dimana waktu SMA saya dulu dibilang bukan anak gaul kalau gak punya “ep-es” is not “apes” (baca : FS). Kalau misalnya saya gunain tuh FS sekarang bakalan berkomentar apa tuh mereka yang dulunya bilang kampret gak gahul ke saya ya?

Sejenak Bernostalgia

Kiprahnya yang mengawali adanya situs jejaring sosial (dulu) yang hingga saat ini sudah berubah menjadi situs Social Game, tak cukup banyak yang mengetahui sepak terjangnya. Orang-orang sekarang justru sedang berlari mencari rezeki dengan jualan ciki di Facebook. Berteriak-teriak, berkomentar sana-sini hingga tak ada yang mau peduli lagi dan di ritwit sendiri, di situs jejaring sosial Twitter.

Dulu memang Friendster ini mampu merubah masa puber anak-anak remaja yang awalnya cupu menjadi agak gahul kalau sudah punya Friendster. Dan kemudian setelah merubah tampilan Friendster menjadi blink-blink, baru mereka akan naik kasta menjadi anak dengan predikat 940LL. (udah kayak plat nomor belom?).

Menurut Om Wikipedia, Friendster berdiri pada tahun 2002. Dan saya mengenalnya waktu itu tahun 2006 akhir. Lalu saya cepat melupakannya pada tahun 2009 awal. Kurang dari 3 tahun saya bisa lebih cepat move on dari situs tersebut. Apa kira-kira yang membuat Friendster begitu sering merubah-rubah konsep situsnya yang pernah menjadi situs jejaring sosial, dan juga pernah menjadi situs kontak jodoh dan sekarang menjadi situs Social Game dalam 7/8 tahun terakhir ini?

Friendster dulunya sempat disebut sebagai kakeknya situs Jejaring Sosial. Sebelum pada akhirnya telah tergeeser oleh berbagai macam jenis situs jejaring sosial yang lebih banyak digandrungi oleh netizen seperti Facebook, Twitter, LinkedIn, Path, dan lainnya.

Bertransformasi Menjadi Social Game

Karena penasaran dengan konsep terbaru dari Friendster ini, saya iseng untuk melihat lebih dalam lagi ada apa saja di Friendster sekarang ini,

Benar-benar telah di rombak abis nih Friendster. Terakhir kali saya melihat, tampilan Friendster sekitar 3 tahun yang lalu masih berwarna ijo segar seperti ini,

dicomot dari situs ngonoo.com

Menyelami lebih dalam lagi si Friendster. Saya tertarik untuk nyobain salah satu gamenya.

Nah, dari tampilan loginnya saja Friendster sudah mengusung Facebook buat melengkapi fitur yang ada di dalamnya. Ini berarti Friendster sudah benar-benar mengakui kehebatan si biru.

Karena tidak begitu hobi bermain game, jadi nyobainnya gak lama-lama. Ntar ketagihan. Saya masih mau fokus sama getrich dulu. Ada yang mau ngirimin saya clover? :D

Selamat Jalan Friendster yang blink-blink

Akhirnya setelah melepas berbagai macam atribut yang melekat banget di Friendster waktu itu. Sekarang pengguna Friendster harus mau menerima perubahannya. Dengan nyobain konsep dan suasana yang berbeda di Friendster. Entah apa yang dipikirkan pemilik Friendster dengan merubahnya menjadi Social Game? Apakah mereka tertarik dengan LINE yang konsepnya hampir serupa? Atau mereka ingin merebut hati para pecinta clover dengan menciptakan sosok-sosok getrich lain dari sisi desktop? Entahlah, Yang jelas sekarang ini orang kebanyakan lebih suka mengakses apapun itu baik game, maupun bersosialisasi via mobile site.

Oh ya sekedar informasi tambahan. Katanya bagi yang masih mempunyai account Friendster yang dulu (jika masih inget). Bisa langsung login dan main game. Karena account membernya masih belum di sterilkan dari sana. Tapi dalemannya udah di pugar total. Jadi gak bakalan lagi nemuin settingan yang bisa ngedit tampilan menjadi blink-blink lagi.


TAGS New Friendster Social Media


-

Follow Me

Kolom Komunitas