Santrendelik : Pesantren Wirausaha di Semarang

28 Dec 2014

Kalau dulu banyak yang berfikiran kalau hidup di dunia pesantren bakalan merasa terkekang dengan adanya beberapa aturan syariat agama yang menurut kita sangat “membelenggu”. Namun aturan-atura tersebut sebenarnya adalah cara untuk mendekatkan diri pada sang Khalik. Akan tetapi aturan tersebut hanya malah membuat ditakuti banyak orang terutama anak-anak yang “dipaksakan” untuk masuk kedalam pesantren oleh orang tuanya.

Namun di Semarang ada salah satu pesantren yang cukup unik keberadaannya dan juga masih sangat jarang di ketahui oleh banyak orang. Santrendelik namanya. DIlihat dari namanya adalah pecahan dari dua kata Santren (pesantren) Delik (tersembunyi). Dimana yang artinya kurang lebih sebuah pesantren yang keberadaannya jauh dari kota dan sangat tersembunyi. Berada di Desa Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.

Santrendelik adalah sebuah “pesantren Kontemporer” didirikan pada tahun 2013 oleh beberapa orang yang berprofesi sebagai Wirausaha. Salah satu pendirinya adalah Ikhwan Saefullah yang mempunyai bisnis usaha rafting di Banjarnegera ini pada mulanya merasa bingung dan galau dari beberapa usaha yang pernah dijalankannya dan selalu merugi. Hingga akhirnya beliau bertemu dengan salah seorang Ustadz muda bernama Ustadz Riyard Ahmad. Beliau kenal dengan Usatadh dan menceritakan segala keluh kesahnya. Hingga akhirnya beliau mendapatkan secercah harapan untuk kembali bangkit dengan usahanya. Beliau tertarik dengan cara penyampaian ustadh Riyard dalam membagikan ilmu Islamnya dengan cara yang lebih mudah diterima.

Bangunan pesantrennya yang sangat sederhana dan berada di tengah-tengah pedesaan yang jauh sekali dari kebisingan di perkotaan. Berupa bangunan joglo yang menjadi tempat untuk berbagi ilmu keagamaan.

Selama ini sebagian masyarakat, terutama anak mudah sudah apriori dengan lembaga keagamaan yang menonjolkan nuansa Timur Tengah.

Nama-nama khas Arab jelas bagus, namun untuk menarik kaum muda yang sedang galau atau pemahaman agamanya tipis, tentu membutuhkan kiat khusus, salah satunya soal namanya, ujar anak muda ini yang kemarin didampingi pendiri lainnya Agung Kurniawan. (dikutip dari situsnya santrendelik.org)

Setiap hari Senin dan Kamis Santrendelik ini selalu mengadakan kegiatan rutin. Dimana yang bikin unik adalah orang-orang yang datang untuk ikutan pengajian disana. Waktu pertama kali saya coba datang di salah satu acaranya ternyata bikin betah. Konsep pengajiannya sangat berbeda dengan apa yang saya ketahui sekarang, dimana pikiran saya waktu itu orang yang ikut pengajian adalah harus berpakaian rapi, berpeci, berbaju koko, atau bahkan bersarung. Namun ternyata tidak. Justru yang datang malah kebanyakan “preman”. Bertato, bertindik, gondrongpun juga banyak. Dan pakaian merekapun bebas, seperti yang biasa digunakannya sehari-hari. Tentu ini yang bikin unik dari kebanyakan pesantren pada umumnya. Dengan Ustadz muda yang mempunyai cara penjelasan yang menurut saya sangat mudah diterima oleh akal pikiran. Inilah kunci mengapa jamaah pesantrennya selalu ramai.



TAGS santrendelik komunitas


-

Follow Me

Kolom Komunitas